Wednesday, March 13, 2013

Pengumpulan Data Penduduk


Sumber Data Demografi
Untuk mengetahui data kependudukan yang meliputi struktur dan prosesnya, dapat digunakan tiga sistem pengumpulan data penduduk.  Sistem pengumpulan data penduduk tersebut antara lain sensus, survey, dan registrasi vital. Untuk mengumpulkan data struktur penduduk, digunakan sistem sensus. Untuk data penduduk yang dinamis seperti kelahiran dan kematian, digunakan sistem registrasi vital. Sedangkan untuk pengumpulan data khusus seperti mengenai sosial masyarakat, digunakan sistem survey penduduk.
A.    Sensus Penduduk
Secara garis besar sensus penduduk atau cacah jiwa merupakan proses pengumpulan, pengolahan, penyajian dan penilaian data demografis yang dilakukan terhadap semua penduduk yang tinggal menetap di suatu wilayah atau negara secara bersamaan dan dilaksanakan setiap 10 tahun. Didalam pelaksanaannya, sensus dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu sebagai berikut:
1.      Sensus de jure, yaitu proses pencacahan penduduk yang dilaksanakan terhadap semua orang yang benar-brenar tercatat bertempat tingal di suatu wilayah, umumnya dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP)
2.      Sensus de facto, yaitu proses pencacahan penduduk yang dilaksanakan terhadap semua orang yang ditemui oleh petugas ketika dilaksanakan sensus.
(http://apomienowuna.blogdetik.com/index.php/perihal/menghitung-jumlah-penduduk/)
Sensus penduduk bersifat aktif karena pencacahan penduduk dilakukan langsung oleh petugas. Walaupun dilakukan langsung oleh petugas, seringkali ditemukan kesalahan dalam pelaksanaan sensus, yaitu antara lain kesalahan cakupan (error of coverage), kesalahan isi pelaporan (error of content), dan kesalahan ketepatan laporan (estimating error). Kesalahan cakupan adalah dimana tidak semua penduduk tercacah. Kesalahan isi laporan  meliputi kesalahan laporan yang diberikan oleh responden. Kesalahan ketepatan laporan yaitu tidak logisnya laporan yang didapat dengan kenyataan dan dapat terjadi akibat kesalahan petugas maupun responden.

B.     Survey Penduduk
Survey sebenarnya hampir sama dengan sensus penduduk. Hal yang membedakan kedua sistem tersebut terletak pada waktu pelaksanaan, wilayah, dan jumlah penduduk yang didata. Proses pendataan survey dilakukan terhadap sampel (contoh) penduduk di beberapa wilayah yang dianggap dapat mewakili karakteristik semua pnduduk di sekitar wilayah sampel. Pelaksanaannya pun dapat dilakukan kapanpun dan tidak memiliki periodisasi seperti sensus. Atau dengan kata lain, survey adalah proses pencacahan terhadap sampel penduduk di beberapa wilayah yang dapat mewakili karakter wilayah secara keseluruhan. (http://apomienowuna.blogdetik.com/index.php/perihal/menghitung-jumlah-penduduk/)

C.    Registrasi Vital Penduduk
Registrasi vital penduduk digunakan untuk mengumpulkan data demografis meliputi kelahiran, kematian, perkawinan, dan perceraian. PBB (2000) menambahkan registrasi adopsi anak, kematian sebelum lahir, berpisah dan pembatalan perkawinan (http://triarahmawati.blog.fisip.uns.ac.id/files/2011/12/jurnal-SOEMANTO-uns.pdf).
Registrasi vital penduduk memberikan gambaran mengenai dinamika penduduk yang terjadi di suatu wilayah. Registrasi vital dilaksanakan dengan sistem pasif atau responden yang melaporkan langsung peristiwa seperti kelahiran, kematian, perkawinan, dan perceraian kepada petugas maupun kantor registrasi yang bersangkutan. Akibat sistem pasif ini, timbul permasalahan terutama ketidaklengkapan data pelaporan. Hal lain yang membuat pelaksanaan registrasi vital penduduk tidak bisa berjalan dengan baik di daerah tertentu, jarak kantor desa yang jauh, kurangnya pengetahuan masyarakat, dan petugas registrasi yang belum mengetahui maksud dan kegunaan registrasi penduduk.

Dari ketiga sumber pengumpulan data penduduk di atas, sumber data yang ideal pada kondisi ideal adalah dari data registrasi vital penduduk. Dengan sistem registrasi, data yang diperoleh akan lebih akurat, karena responden yang bersangkutan sendirilah yang melaporkan peristiwa vital. Kondisi ideal disini tidak hanya menyangkut kesadaran penduduk untuk menaati hukum kependudukan. Aksesibilitas menuju kantor registrasi dan kemajuan teknologi yang digunakan dalam pengumpulan data juga menjadi syarat registrasi vital penduduk dapat berjalan baik dan menjadi sistem pengumpulan data yang paling ideal untuk digunakan.

Nadiya Pranindita
12/333632/TK/39977

No comments:

Post a Comment